Sidoarjo, kabarjember.site - besar tentang arti ketundukan kepada Allah SWT serta keikhlasan dalam berkorban demi kebaikan yang lebih luas. Kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS, kata dia, menjadi teladan abadi tentang kesetiaan, keimanan, dan pengorbanan tanpa batas.
“Kita belajar bahwa cinta kepada Allah harus berada di atas segala-galanya. Nabi Ibrahim rela mengorbankan apa yang paling dicintainya demi menjalankan perintah Allah. Dari situlah kita diajarkan bahwa hidup ini harus dijalani dengan hati yang ikhlas dan niat yang lurus,” tuturnya.
Ia menilai, semangat qurban sangat relevan dengan profesi wartawan dan pengacara yang setiap hari dihadapkan pada ujian moral serta berbagai tekanan kepentingan. Menurutnya, seorang wartawan harus mampu menjaga independensi dan tidak menjual idealisme demi keuntungan pribadi.
“Seorang wartawan sejati harus berani mengorbankan ego, kepentingan pribadi, bahkan kenyamanan demi menghadirkan berita yang jujur dan berpihak pada kebenaran. Ketika hati sudah dikuasai kepentingan, maka berita kehilangan nuraninya,” tegas Dr. Zaibi.
Hal senada juga berlaku dalam dunia hukum. Sebagai advokat, ia memahami bahwa profesi pengacara bukan sekadar pekerjaan, melainkan amanah untuk memperjuangkan keadilan dengan integritas dan hati nurani.
“Baik wartawan maupun pengacara memiliki tugas mulia yang sama, yakni menjaga keadilan dan membela kepentingan masyarakat. Keduanya harus berdiri di atas nilai moral, bukan di atas kepentingan sesaat,” ungkapnya.
Dalam momentum Idul Adha ini, Dr. Zaibi juga mengajak seluruh insan pers agar terus menjadi cahaya bagi masyarakat melalui karya jurnalistik yang mencerdaskan, menenangkan, dan memberi harapan. Ia berharap media tidak hanya menjadi penyampai informasi, tetapi juga menjadi penggerak nilai kemanusiaan dan persatuan bangsa.
“Tulislah dengan hati. Jadikan pena sebagai alat perjuangan untuk membela rakyat kecil, menyuarakan kebenaran, dan menghadirkan keadilan. Karena sejatinya, profesi wartawan adalah pengabdian untuk kemaslahatan umat,” pesannya.
Menutup pernyataannya, Pimpinan Redaksi Brata Pos tersebut memanjatkan doa agar Idul Adha membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Indonesia, khususnya insan pers dan para pejuang keadilan di berbagai bidang.
“Semoga Allah SWT senantiasa memberi kesehatan, kekuatan, dan keberkahan kepada kita semua. Semoga hati kita semakin bersih, persaudaraan semakin erat, dan langkah kita selalu dipermudah dalam menegakkan kebenaran. Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin,” pungkas Dr. Zaibi Susanto, S.H., M.H.